Jumat 22 Nov 2024 (20 Jumadil Awal 1446H)
My Adventure
Jumat, 22 November 2024
Rabu, 22 Mei 2019
TRIP to HOLLY places
Kembali lagi... update diblogger ini, setelah dua tahun vacum.
Perjalanan yang pertama kali akan saya share adalah perjalanan Umroh ke Tanah Suci (haramain) Madinah & Mekah pada awal Januari 2019 lalu.
Karena hari ini ada tgl 22 Mei 2019 yang bertepatan dengan tgl 17 Ramadhan 1439 H, Semoga Allah memberikan kami kesehatan dan kemudahan untuk dapat kembali beribadah di tanah suci dan semoga rekan semua yang membaca ini juga dapat kesana.
tobecontinue... Adzan Magrib... saatnya buka
Kamis, 17 Maret 2016
TRIP &TRAVELING (part2)
Kareumbi - Bandung
Menyambung cerita
sebelumnya... ke Bogor mungkin tidaklah asing bagi saya, tapi sudah lama
(pertama kali tahun 2005 dan terakhir tahun 2010) banyak sekali perubahnya,
salah satunya stasiun Bogor. Sedangkan ke Bandung ini adalah kedua kalinya
(pertama kali tahun 2005 juga) namun hanya sebentar. Dulu ke Gunung Tangkuban
perahu, sekarang ke Gunung Masigit Kareumbi jadi memang agak asing Bandung bagi
saya.
Hari Jum’at jam3 sore
sampai di UNPAD, saya menunggu teman yang kebetulan sangat terkenal di kampus
ilkom UNPAD. Maklumlah ketiga teman ini seorang aktivis PROFAUNA dan bekerja
sebagai Dosen disana (Ceu Rinda, Nadia & Bu Titin). Dari teman ini,
direkomendasikan tempat penginapan terdekat untuk istirahat semalam dan
menunggu aktivitas BTN esok harinya.
Sebelum melanjutkan cerita
perjalanan Back to Nature, sebaiknya kita merencanakan perjalanan dengan baik.
Dalam perjalanan beberapa hari dan tujuan lokasi berbeda, seperti ke Bogor
kemudian ke Bandung, dengan aktivitas yang bertolak belakang, didalam ruang
(conference) dan diluar ruang (adventure). Pasti kebayang banyak barang
bawaannya.
Sudah bukan zamannya
lagi traveling sambil membawa banyak koper dan tas. Jangan salah, ini
backpacker Bro... bisa melenggang kemana-mana hanya dengan ransel kecil. Jadi tidaklah
sulit, banyak orang sudah melakukannya. Beberapa tip trip yang bermanfaat, seperti:
Bawalah tas punggung (bukan koper) untuk memudahkan perjalanan.Tas punggung inilah
asal nama backpacker. Ukuran tas ransel sebaiknya disesuaikan dengan
kebutuhan, postur tubuh dan lama perjalanan, serta penataan atau cara mengemas
barang. Packing dalam tas yang baik dan benar akan tersusun rapi sehingga
tas dapat menampung banyak barang, juga akan berpengaruh terhadap kenyamanan
dalam mengambil ataupun menaruh barang bila diperlukan dalam perjalanan. Rencana
perjalanan yang matang dengan budget yang efektif. Pemilihan sarana
transportasi, tempat penginapan dan perkirakan waktu secara tepat dapat
dilakukan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya. Selanjutnya kebugaran
tubuh merupakan hal yang paling penting dalam persiapan traveling. Terakhir
bila akan bepergian, jangan lupa bawalah kamera untuk mengabadikan perjalanan,
alat komunikasi (hp / ht) dan alat navigasi (peta, kompas / gps) untuk
menghindari tersesat. dan obat-obatan pribadi, bisa menjadi barang pelengkap beraktivitas
ala backpacker.
Hari Sabtu, semua
teman-teman PROFAUNA berdatangan ke lokasi untuk BTN ke Masigit. Ada yang dari
Bandung sendiri, Yogya, Bogor, Cirebon, Cianjur dan Malang. Setelah semua
berkumpul, perjalananpun dimulai. Menyingkir sejenak dari hiruk pikuk kota dan
kesibukan sehari-hari. Menyepi, tinggal di atas rumah pohon, dengan tanpa
listrik dan tanpa sinyal telepon seluler pastinya. Menyatu dengan alam, mendengarkan kicauan
burung dan suara hewan sambil menghirup udara segar pegunungan.
Lokasi BTN kali ini terletak
sekitar 31 km di sebelah barat daya Bandung. Gunung Masigit merupakan salah
satu daerah di Jawa yang masih memiliki hutan hujan pegunungan yang masih baik
dan luas. Kawasan hutan Gunung Masigit dan Kareumbi ditetapkan sebagai Taman
Buru tahun 1976 dengan luas 12.420,70 Ha terletak di 3 kabupaten yaitu Kab. Bandung,
Kab. Sumedang dan Kab. Garut. Secara
geografis kawasan TB. Gunung Masigit-Kareumbi terletak antara 6°51′31” –
7°00′12” LS dan 107°50′30″” – 108°1′30” BT.
Topografi umumnya berbukit dan bergunung dan terdapat sumber air yang
merupakan hulu dari beberapa sungai seperti Sungai Cimanggu dan Sungai Citarik.
Kawasan ini termasuk
hutan pegunungan yang terbagi dalam dua kelompok yaituHutan Alam dan Hutan
Tanaman. Hutan alam diperkirakan ± 60% bagian yang didominasi oleh jenis Rasamala
(Altingia excelsa), Saninten (Castanea argentea), Pasang (Quercus sp.), Puspa
(Schima walichii), peutag (Eugenia clavymyrtus), kuray (Trema amboinensis) dan
jenis liana, epifit serta tumbuhan bawah. Sedangkan hutan tanaman meliputi ±
40% bagian yang didominasi oleh jenis pinus (Pinus merkusii), Bambu (Bambusa
sp) dan Kuren (Acasia decurens).
Potensi ekowisata atau
wisata yang berwawasan lingkungan, dikembangkan dalam 3 hal yaitu: konservasi,
pemberdayaan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat lokal serta aspek
pembelajaran. Beberapa kegiatan ekowisata yang dapat dilakukan antara lain: Hiking,
Mountain Biking, Bumi Perkemahan, Home Stay, Rumah Pohon, Bersampan, Body
board/ tubing, dst. Selain Ekowisata juga diadakan program adopsi / wali pohon serta
penangkaran Rusa.
Dalam perjalanan menuju lokasi Rumah Pohon, semilir angin pegunungan terasa sejuk saat kendaraan kami mulai bergerak mendaki jalan menuju arah Gunung Masigit. Sekitar satu setengah jam meninggalkan hiruk pikuk dan macetnya Bandung menuju arah Cicalengka, sungguh menyenangkan rasanya menghirup udara segar serta menikmati teduhnya pepohonan rindang di sisi jalan.
Beberapa jenis pohon tampak berukuran cukup besar, tanah yang lembab dan suasana yang agak gelap karena cahaya matahari hanya dapat menerobos di sela-sela lebatnya dedaunan segera menyambut kami. Meski sinyal tidak lagi ada saat memasuki kawasan, namun hal ini tidak mengurangi suasana riang yang dirasakan. Riang karena rindu ingin menikmati nyanyian alam, gemerisik dedaunan, pepohonan, serta suara burung dan satwa liar bersahutan di kedalaman hutan yang asri.
Segarnya, menikmati suasana bebas polusi dan bebas kebisingan yang biasa ditemui di keseharian kita. Tinggal di rumah pohon dikelilingi oleh pinus yang tinggi menjulang. Di tengah-tengah terdapat tempat yang cukup luas untuk berkumpul dengan lubang tempat api unggun. Kegiatan memasak dilakukan di rumah panggung yang agak menjorok ke tepi hutan. Sedangkan untuk mandi-cuci-kakus juga disediakan kamar mandi di belakang rumah pohon agak masuk ke dalam hutan. Meski fasilitasnya cukup sederhana, namun merasakan kesegaran mandi dengan air pegunungan sungguh memberi nuansa tak terkira.
Duduk berkumpul santai sambil berkenalan, bercerita dan bertukar pengalaman antara peserta BTN dengan pengelola TB Masigit di malam hari sambil menikmati alam merupakan salah satu dengan alternative refreshing yang cukup menyenangkan dan penawar kangen akan kebersamaan kita dengan alam.
Keesokan harinya, minggu
jam5 pagi, kami telah bersiap sebelum matahari beranjak tinggi untuk melakukan
pengamatan burung. Kemudian dilanjutkan dengan menuju lokasi penangkaran
rusa. Aktivitas adventure kecil-kecilan
ini sangat menarik dan cukup menyenangkan seperti traking dan meniti jembatan bambu ataupun melihat
perilaku satwa liar dialam secara lebih dekat (dengan binokuler maksudnya). Satu
lagi hal yang tidak terlupakan kita langsung menyelamatkan hutan dengan ikut
serta sebagai relawan untuk memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di dalam
kawasan. Cukup padat aktivitas kami sampai tak terasa matahari sudah diatas
kepala. Kami kembali ke rumah pohon untuk berkemas meninggalkan Masigit,
mungkin hanya pengalaman yang akan terkenang dan siapa tau ada sumur di ladang
bolehlah menumpang mandi, apabila ada umur panjang mungkin bisa kembali lagi.
Sesampainya di UNPAD
Bandung semua peserta kembali ke tempat asalnya masing-masing dan saya pun
berangkat bersama 5 kawan yang kearah kota Bandung. Mereka ada yang
menginap semalam karena penerbangannya
baru besok pagi, ataupun naik kereta dengan tujuan yang berbeda. Saya kembali
sendiri dengan kereta malam dari St. Kota Bandung jam7 menuju ke Kota pahlawan
Surabaya. Sampai di Gubeng jam7 pagi hari Senin 25 oktober 2015.
TRIP &TRAVELING (part1)
ke Bogor & Bandung
Pada tahun 2015 lalu...
selepas saya kuliah di ITS Surabaya, kembalilah ke aktivitas dulu yaitu bekerja
di Kebun Raya Purwodadi dengan kegiatan rutin seperti dulu, pastilah akan
menimbulkan kebosanan. Namun bagaimanapun ini adalah pekerjaan yang saya pilih.
Jadi pintar-pintar kita dalam mengatur kegiatan dan refreshing agar pekerjaan
dan kegiatan menjadi menyenangkan.
Ternyata sistem pekerjaan saat
ini telah banyak yang berganti dengan prosedur, aturan, sistem dan manajerial
yang berbeda, lebih baru dan lebih tertata. Namun dasarnya memang senang aktivitas
diluar ruangan maka rasanya semakin banyak saja pekerjaan yang dikerjakan
karena tuntutan lebih banyak admintrastif yang tentunya dikerjakan di dalam
kantor.
Untuk membikin kerja tetap bersemangat,
dan masih bisa ikutan aktivitas diluar ruangan (outdoor / adventure) maka saat
PROFAUNA mengadakan kegiatan BTN ke Bandung, tidak pikir panjang langsung
mendaftar. Permasalahan menjadi muncul, karena lokasinya yang jauh di Bandung,
tidak bisa jika datang pada saat akhir pekan tersebut. Kemudian saat ini sudah
bekerja bagaimana mengatur waktunya? Ini kan bukan urusan dinas / tugas
lembaga. Terus terang tidak mungkin, tetapi ijin pun tidaklah mungkin pula.
Salah satu jalan adalah dengan mencari kegiatan yang dapat seiring dengan
aktivitas pekerjaan, seperti ikutan seminar atau pelatihan.
Searching-searching di
internet, dan akhirnya ketemuan yang benar-benar pas... yaitu INAFOR
(internatonal conference of Indonesia Forestry Researcher) cocok banget dengan
saya yang peneliti tumbuhan... meskipun bukan peneliti kehutanan tapi agak
nyambunglah dan pentingnya lagi di Bogor bisa nginep dan makan gratis di guest
house Kebun Raya Bogor.
Akhirnya mulailah mengatur
perjalanan untuk bekerja sambil sekalian refreshing. Karena semuanya dilakukan
atas keinginan sendiri, maka biayanya pun mandiri. Trip ini seperti traveling
keliling Jawa ges... dengan model backpaker maka lebih tepat jika kita nikmat
perjalanan ini dengan kereta, lebih murah dan lebih asyik.
Benar-benar keliling, berangkat
dari KRPurwodadi ke Surabaya, naik Kereta St. Pasar Turi jalur utara lewat
Semarang sampai Jakarta Pasar Senen, sambung kereta komuter ke Bogor, kemudian
naik Bus ke Bandung. Dari Bandung kembali ke Surabaya naik kereta jalur utara
lewat Yogyakarta sampai Surabaya Gubeng, liat aja di google earth... keliling
JAWA....
Pada hari Selasa 20 Oktober
2015 berangkat dari kantor (Kebun Raya Purwodadi) dengan Kendaraan sepeda
motor, berbekal Surat Tugas mengikuti Seminar INAFOR di IPB Bogor, maka rabu
s/d jumat tidak perlu masuk kantor. Sampai di Surabaya naik kereta di St. Pasar
Turi sampai Jakarta St. Pasar Senen Rabu jam 4 pagi, tunggu kereta Komuter Line
Jurusan ke Bogor baru berangkat jam 6 sampai di St. Bogor jam 9, langsung
menuju guest house Kebun Raya Bogor untuk mandi & ganti pakaian trus ke
Botani Square tempat INAFOR diselenggarakan.
3rd INAFOR 2015 ACCEPTANCE
NOTIFICATION-PAPER-POSTER
On behalf of Research, Development and Innovation Agency for Forestry
and Environment (FORDA), Ministry of Environment and Forestry Republic of
Indonesia, it is my pleasure to inform you that your full paper/poster has been
accepted for presentation at the International Conference of Indonesia
Forestry Researchers III – 2015 (3rd INAFOR 2015) on “Forestry
research to support sustainable timber production and self-sufficiency in food,
energy, and water”. The conference will be held in IPB International
Convention Centre, Bogor, Indonesia, on 21-22 October 2015.
Acceptance notification for both paper and poster presenters can be
downloaded through this link: 3rd INAFOR
2015 acceptance notification-paper-poster.
Please find more information in announcement leaflet and make sure to follow the new
important dates and deadlines.
PLEASE
NOTE An electronic ticket will
be sent to each author to be printed and to be shown at the registration desk
at the event. If you haven’t received your e-ticket until 15 October
2015, please notify us immediately.
Acara INAFOR dua hari, jadi
otomatis selama seharian ada di IPB-ICC dan malamnya sudah jelas menginap di
KRBogor. Jumat pagi pamitan dengan penjaga geshos KRBogor untuk pulang, bukan
ke Surabaya namun sebenarnya meneruskan perjalanan ke Bandung. Jam6 pagi naik
Bus dari Baranangsiang Bogor ke Leuwipanjang Bandung sampai di terminal pas jam
11.30 dan ini hari Jumat maka tidak wajib langsung menuju Universitas
Padjajaran Jatinangor dulu, karena kegiatan BTN baru Sabtu & Minggunya. BTN ke Masigit dengan lokasi kumpul BTN di UNPAD Jatinangor.
Jadi
wajibnya Jum’atan, maka mencari masjid disekitar terminal untuk sholat jum’at,
meskipun datang rasanya paling awal, maklum waktu sholat di Jawa Barat selisih lebih
lambat dari pada di Jawa Timur. Setelah jumatan selesai baru menunggu bus kota
jurusan jatinagor, naik jam1 siang dan sampai di UNPAD jam3 sore akhirnya.
Bersambung....
Kamis, 10 Maret 2016
Hari Primata 2016
Satu
lagi #AksiKamiUntukAlam (AKUA) berupa Peringatan Hari Primata Indonesia 2016.
Bayangkan, ratusan masyarakat Indonesia baik individu maupun komunitas terlibat
secara aktif dalam gerakan bersama untuk mempromosikan perlindungan primata di
Indonesia. Tidak kurang dari 60 event berlangsung di 30 kota yang tersebar di 15
provinsi di seluruh Indonesia selama bulan Januari 2016. Hebatnya lagi, seluruh
event yang digelar tersebut, baik dalam bentuk edukasi maupun kampanye publik, dilakukan secara sukarela dan swadaya, sama sekali tidak didanai oleh PROFAUNA.
Kegiatan kampenye publik kali ini merupakan
aksi ke-8 yang dilakukan suporter PROFAUNA Surabaya sejak terbentuk pada
tahun 2012. Peringatan Hari Primata tahun 2016 ini serentak diadakan di kota-kota
besar seperti Surabaya, Malang dan Bandung. Selain itu kegiatan ini merupakan
kampanye damai untuk mengajak masyarakat menghentikan perburuan liar. Sebab dengan
upaya menghentikan perburuan liar, dapat memutus rantai perdagangan satwa liar, sehingga pemusnahan / kerusakan
di habitatnya dapat dicegah pula, sehingga satwa liar dan habitatnya (alam) akan tetap
lestari.
Sejak
diinisiasi pada tahun 2014 oleh Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA),
Hari Primata Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif, dapat dilihat dari
semakin banyaknya event yang terlaksana dan juga komunitas atau organisasi yang
berpartisipasi.
Hal ini juga dirasakan oleh rekan-rekan suporter di Surabaya yang waktu pertama kali memperingati Hari Primata tahun 2014 hanya sedikit (5 orang) saat ini bertambah banyak (15 orang).
Terima
kasih untuk semua individu dan organisasi yang telah berpartisipasi dalam Hari
Primata Indonesia 2016. Semoga hal-hal kecil yang dilakukan oleh ribuan orang menjadi
harapan besar bagi perlindungan primata di Indonesia.
Pengen tau lebih banyak kunjungi funpage PROFAUNA
atau cek infonya di:
Kamis, 27 Agustus 2015
PROFAUNA Conference & Camp
PROFAUNA CONFERENCE dan PROFAUNA CAMP merupakan agenda dua tahunan yang rutin diadakan PROFAUNA, namun untuk kali ini agak sedikit berbeda. Kegiatan yang biasanya dilakukan berseling tiap tahun, kali ini dijadikan satu rangkaian acara. Dan yang berbeda lagi, biasanya dikhususkan untuk suporter PROFAUNA, pada kali ini dibuka peserta untuk umum.
Jadi kegiatannya pada tahun 2015 ini berlangsung berurutan dan kebetulan sekali saya belum dapat izin secara tertulis dari tempat saya bekerja, maklumlah termasuk pegawai baru (baru mulai ngantor lagi setelah ditinggal kuliah), juga pesanan untuk dapat hadir dalam upacara bendera 17 Agustus, membuat keraguan mengikuti camp.
Acara conference yang sebelumnya dilakukan selama 3 hari dengan rangkaian sampai malam, kali ini diselenggarakan pada Hari Jumat dan hanya sehari dengan 2 sesi, berakhir sampai sore. Pada sesi pagi sangat menarik, namun saat isitriahat & jumatan, saya harus meninggalkan sesi siang yang pasti lebih menarik, karena tugas pekerjaan... harus kembali ke kantor menghadiri pertemuan.
Sesampainya ditempat udah lewat jam8 jadi belum sempat makan malam, karena capek mondar-mandir paginya, akhirnya langsung tidur pulas di wisma lutung dan terbangun saat menjelang subuh.
Keesokan paginya, Sabtu baru mulai kegiatan camp, dengan pemberian materi diruangan selama pagi sampai siang, setelah makan siang baru kita traking menuju lokasi camp, yang menempuh waktu kurang dari dua jam jalan kali.
Profauna camp kali ini dibagi menjadi empat kelompok dengan nama tumbuhan, kelompok kami (meranti) memasang tenda di sebelah barat dari tenda panitia, sedangkan ketiga kelompok yang lain (kepuh, kaliandra & beringin) di sebelah selatannya (dalam foto sebelahnya bendera).
Sesampainya di camp, harus mengambil air yang lumayan jalan ke sumber air, dan ternyata sumber airnya harus bergantian hampir dua jam untuk nunggu isi air sejirigen (10L). Malam hari setelah kami memasak air & makan malam, diisi materi di tempat camp untuk persiapan besok tracking membaca GPS dan memasang camera trap. diskusi sampai larut malam, begitu masih ada yang belum tidur sampai hampir dini hari, memang waktu gak terasa karena banyak hal yang bisa diceritakan dan berbagi aktivitas dilapangan.
Minggu pagi, kami memulai hari dengan sarapan untuk menambah energi beraktivitas seharian dengan kegiatan game, traking membaca dan menuju titik koordinat GPS serta memasang camera trap. Semua acaranya seru habis, sampai naik turun jurang, lewati sungai berbatu yang kering hanya mencari titik lokasi yang dituju... brasak-brasak pokoknya, serasa dikerjain GPS.
Disela-sela aktivitas selama camp, ada waktu istirahat untuk bebas bisa tidur ataupun masak makan siang.
Banyak kegiatan game yang butuh kerjasama tim, kekompakan dan kepercayaan dalam tim, seperti game jatuh, game jalan, game hutan bahkan kreasi instalasi... sebenarnya kelompok kami anyak memenangkan game, namun demi kebersamaan bersama, kami serahkan ke tim juri dan beberapa hal tidak benar-benar dihitung point.
Hari terakhir, Senin. saatnya kembali lagi beraktivitas ditempatnya masing-masing, namun yang menjadi paling berkesan adalah upacara bendera memperingati HUT Republik Indonesia yang ke 70 th.
https://www.youtube.com/watch?v=ewMAWPOgfaE&feature=youtu.be
Profauna camp kali ini dibagi menjadi empat kelompok dengan nama tumbuhan, kelompok kami (meranti) memasang tenda di sebelah barat dari tenda panitia, sedangkan ketiga kelompok yang lain (kepuh, kaliandra & beringin) di sebelah selatannya (dalam foto sebelahnya bendera).
Minggu pagi, kami memulai hari dengan sarapan untuk menambah energi beraktivitas seharian dengan kegiatan game, traking membaca dan menuju titik koordinat GPS serta memasang camera trap. Semua acaranya seru habis, sampai naik turun jurang, lewati sungai berbatu yang kering hanya mencari titik lokasi yang dituju... brasak-brasak pokoknya, serasa dikerjain GPS.
Disela-sela aktivitas selama camp, ada waktu istirahat untuk bebas bisa tidur ataupun masak makan siang.
Hari terakhir, Senin. saatnya kembali lagi beraktivitas ditempatnya masing-masing, namun yang menjadi paling berkesan adalah upacara bendera memperingati HUT Republik Indonesia yang ke 70 th.
https://www.youtube.com/watch?v=ewMAWPOgfaE&feature=youtu.be
Rabu, 26 Agustus 2015
PROFAUNA Adventure
Biasanya PROFAUNA secara rutin melakukan kegiatan jalan-jalan ke alam seperti WAW (wild animal watching) atau BTN (back to nature), namun kali ini sepertinya memadukan keduanya menjadi wild adventure...
Kegiatan ini dilakukan dihari libur, berangkat jumat sore dari malang, sampai situbondo sudah petang, menjelang pagi, mampir di mas maman (perkebunan kopi) untuk istirahat sejenak kemudian sabtu pagi lanjut ke puncak ijen sampai siang. Sayangnya waktu naik kepuncak hujan dan kabut turun, sehingga pengamatan satwa tidak dapat kami lakukan.
Setelah puas melihat keindahan kawah ijen, kami trus menuju baluran. Masuk kawasan TN waktu sore hari, kami sempat mengamati prilaku satwa (lutung & burung merak). Setelah sampai di camp, kami istirahat & bersih diri (mandi).
Kegiatan dilanjut pada malam hari mengamati satwa (rusa & kerbau), karena malam kami juga perlu mencatat jumlah populasikumpulan satwanya dari hasil pengamatan, kebetulan saya membawa senter (jadilah tiang penerangan). Setelah larut malam, kami beristirahat di penginapan Bekol.
Keesokan harinya sebelum sarapan pagi, kami mengamati prilaku satwa (macaca). di pantai bama. Setelah sarapan kegiatan mencari jejak satwa dan sedikit game. Di TN Baluran kami berkegiatan sampai siang, sebelum meningalkan kawasan kami sempatkan foto bersama di padang savana (africa van java). kemudian meluncur pulang...
Langganan:
Postingan (Atom)



































