Membaca
berita ProFauna di harian Surya pada halaman pertama, membuat saya bangga.
Ternyata ProFauna mamang organisasi yang komitmen dalam pelestarian satwa liar
dan habitatnya. Sekaligus ingin mencoba menulis, bukan hanya karena diminta
untuk menulis oleh mas Rosek yang akan dibukukan dalam 20th ProFauna Indonesia ataupun
diminta update tulisan oleh mas Iwan sebagai kelanjutan pelatihan jurnalistik –
Burung Nusantara.
Sebelumnya
saya ucapkan terima kasih kepada mas Rosek Nursahid selaku chairman dan founder
atas inspirasinya, juga teman-teman supporter dan official ProFauna atas
dukungannya. Banyak hal-hal menarik, pengalaman baru dan pengetahuan yang didapatkan
selama bersama ProFauna. Ada atmosfer yang khas, saat bertemu dan bercengkrama dengan
teman-teman di PWEC. Ada hati dan semangat yang satu dalam keberagaman asal,
umur, latarbelakang dan aktivitas.
Sedikit
bercerita selama lebih dari dua tahun bersama ProFauna. Pada awalnya, saya belum
mengenal ProFauna, waktu itu dalam rutinitas bekerja di lembaga konservasi
tumbuhan ex-situ. Hanyalah seperti
biasa, tidak diperhatikan, dan tidak ada peningkatan pengetahuan. Sehingga rasa
ingin mendapat pengetahuan mengenai konservasi dan pengalaman ke alam, membawa
saya mendaftar Pelatihan Konservasi Alam dan Satwa Liar (PkaSL) di PWEC tahun
2010. Hasilnya cukup sesuai harapan dan membuat ingin ikut kembali bila ada PkaSL.
Disinilah dikenalkan ProFauna dalam salah satu materinya. Untuk mendukung
perjuangan ProFauna, saya bergabung sebagai Supporter ProFauna, pada urutan terbawah
di Suara Satwa Vol. XV/No.14/ Januari-Maret 2011. Awalnya dalam setahun hanya
mengikuti satu kegiatan ProFauna, ini bukan berarti ProFauna tidak ada kegiatan,
namun sebaliknya, ada WAW (wild animal waching), BTN (back to nature), ProFauna
conference, ProFauna camp dan banyak lagi. Bahkan saat ini banyak kegiatan
ProFauna yang tidak bisa saya ikuti karena dihadapkan pada keterbatasan waktu
dan tenaga, tanggungjawab pekerjaan, urusan kuliah dan kepentingan keluarga.
Banyak
pengalaman pertama dalam mengikuti beberapa kegiatan ProFauna. Pertama kali
ikut ProFauna Camp di Pulau Sempu, sangat seru. Disini saya mengetahui lebih
jelas mengenai kegiatan utama ProFauna yaitu kampanye, pendidikan, investigasi
dan penyelamatan satwa. ProFauna Conference juga kali pertama ikut, begitu
inspiratif dan sangat memberikan semangat. Disinilah saya merasa memang perlu menumbuhkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam. Alam, seperti halnya hutan
merupakan habitat satwa liar. Apabila terjadi eksploitasi berlebihan bahkan kerusakan
menyebabkan terancam punahnya satwa liar. Kerusakan alam pada akhirnya akan
berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Sehingga prinsip ProFauna untuk
melindungi satwa liar dan hutan Indonesia, sangat sejalan dengan prinsip
seorang peneliti biologi konservasi yang peduli terhadap pelestarian alam.
Hal
yang membuat saya merasa secara emosional bagian dari keluarga besar ProFauna,
saat dibentuk Supporter ProFauna chapter Surabaya pada September 2012, dan
diminta sebagai koordinator. Entah apa pertimbangannya, yang jelas ini suatu
kehormatan sekaligus amanah untuk berbuat lebih, karena saya merasa supporter
baru, bukan aktivis dan tidak mengenal siapapun sebelumnya. Sejalan dengan
waktu, beberapa aksi damai (soft kampanye)
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat berhasil digelar di Surabaya. Adakalanya
rasa ragu dalam memulai aksi, namun berkat dukungan teman-teman supporter,
kesediaan dan kedatangan dalam meramaikan aksi kampanye, sehingga dapat berjalan
dengan lancar dan sukses. Terutama teman-teman supporter Sidoarjo dengan Mas
Zamroni dan Mbak Ida, yang sering meramaikan aksi di Surabaya. Sherrin, Sehat,
Seyla dan Lina, mereka selain cantik-cantik juga keren, dapat meluangkan waktu
dan tidak segan-segan untuk ikut aksi disela aktivitasnya.
Selain
itu, munculnya hobby baru. Berawal ketemu Kemal setenda dengan Arga dan Alfian,
waktu camp. Mbak Made dan Mas Maman waktu WAW di Plampang. Saat diminta untuk
monitoring satwa liar di Pasar Burung Surabaya. Dari ketidaktahuan, terpacu
untuk belajar, mengamati dan menjadi hal yang menarik. Akhirnya pengamatan
burung menjadi kegiatan yang mudah, praktis, dan bisa dilakukan diwaktu luang,
di kampus, di tempat kerja, saat wisata maupun di alam terbuka.
Telah
banyak pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan teman-teman
supporter maupun pihak lainnya. Bagi saya, kualitas supporter ProFauna tidak
diragukan lagi, apalagi officialnya (staf ProFauna) seperti mbak Niar, mas
Bayu, mbak Asti, mas Radius, semuanya selain memiliki
keahlian lebih, sadar terhadap lingkungan, juga komitmen terhadap pelestarian
alam. Tidak hanya ucapan tetapi perbuatan. Tidak mengenal pamrih dan dalam kondisi
apapun.
Terakhir sebagai kado ProFauna Indonesia yang tepat ke
20 tahun, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh supporter ProFauna
atas segala dukungannya, dan selamat hari ulang tahun ProFauna Indonesia....
Maju terus PROFAUNA, pantang mundur dan sukses selalu.



