Sabtu, 22 Maret 2014

Tulisanku...


Membaca berita ProFauna di harian Surya pada halaman pertama, membuat saya bangga. Ternyata ProFauna mamang organisasi yang komitmen dalam pelestarian satwa liar dan habitatnya. Sekaligus ingin mencoba menulis, bukan hanya karena diminta untuk menulis oleh mas Rosek yang akan dibukukan dalam 20th ProFauna Indonesia ataupun diminta update tulisan oleh mas Iwan sebagai kelanjutan pelatihan jurnalistik – Burung Nusantara.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada mas Rosek Nursahid selaku chairman dan founder atas inspirasinya, juga teman-teman supporter dan official ProFauna atas dukungannya. Banyak hal-hal menarik, pengalaman baru dan pengetahuan yang didapatkan selama bersama ProFauna. Ada atmosfer yang khas, saat bertemu dan bercengkrama dengan teman-teman di PWEC. Ada hati dan semangat yang satu dalam keberagaman asal, umur, latarbelakang dan aktivitas.
Sedikit bercerita selama lebih dari dua tahun bersama ProFauna. Pada awalnya, saya belum mengenal ProFauna, waktu itu dalam rutinitas bekerja di lembaga konservasi tumbuhan ex-situ. Hanyalah seperti biasa, tidak diperhatikan, dan tidak ada peningkatan pengetahuan. Sehingga rasa ingin mendapat pengetahuan mengenai konservasi dan pengalaman ke alam, membawa saya mendaftar Pelatihan Konservasi Alam dan Satwa Liar (PkaSL) di PWEC tahun 2010. Hasilnya cukup sesuai harapan dan membuat ingin ikut kembali bila ada PkaSL. Disinilah dikenalkan ProFauna dalam salah satu materinya. Untuk mendukung perjuangan ProFauna, saya bergabung sebagai Supporter ProFauna, pada urutan terbawah di Suara Satwa Vol. XV/No.14/ Januari-Maret 2011. Awalnya dalam setahun hanya mengikuti satu kegiatan ProFauna, ini bukan berarti ProFauna tidak ada kegiatan, namun sebaliknya, ada WAW (wild animal waching), BTN (back to nature), ProFauna conference, ProFauna camp dan banyak lagi. Bahkan saat ini banyak kegiatan ProFauna yang tidak bisa saya ikuti karena dihadapkan pada keterbatasan waktu dan tenaga, tanggungjawab pekerjaan, urusan kuliah dan kepentingan keluarga.
Banyak pengalaman pertama dalam mengikuti beberapa kegiatan ProFauna. Pertama kali ikut ProFauna Camp di Pulau Sempu, sangat seru. Disini saya mengetahui lebih jelas mengenai kegiatan utama ProFauna yaitu kampanye, pendidikan, investigasi dan penyelamatan satwa. ProFauna Conference juga kali pertama ikut, begitu inspiratif dan sangat memberikan semangat. Disinilah saya merasa memang perlu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam. Alam, seperti halnya hutan merupakan habitat satwa liar. Apabila terjadi eksploitasi berlebihan bahkan kerusakan menyebabkan terancam punahnya satwa liar. Kerusakan alam pada akhirnya akan berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Sehingga prinsip ProFauna untuk melindungi satwa liar dan hutan Indonesia, sangat sejalan dengan prinsip seorang peneliti biologi konservasi yang peduli terhadap pelestarian alam.
Hal yang membuat saya merasa secara emosional bagian dari keluarga besar ProFauna, saat dibentuk Supporter ProFauna chapter Surabaya pada September 2012, dan diminta sebagai koordinator. Entah apa pertimbangannya, yang jelas ini suatu kehormatan sekaligus amanah untuk berbuat lebih, karena saya merasa supporter baru, bukan aktivis dan tidak mengenal siapapun sebelumnya. Sejalan dengan waktu, beberapa aksi damai (soft kampanye) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat berhasil digelar di Surabaya. Adakalanya rasa ragu dalam memulai aksi, namun berkat dukungan teman-teman supporter, kesediaan dan kedatangan dalam meramaikan aksi kampanye, sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Terutama teman-teman supporter Sidoarjo dengan Mas Zamroni dan Mbak Ida, yang sering meramaikan aksi di Surabaya. Sherrin, Sehat, Seyla dan Lina, mereka selain cantik-cantik juga keren, dapat meluangkan waktu dan tidak segan-segan untuk ikut aksi disela aktivitasnya.
Selain itu, munculnya hobby baru. Berawal ketemu Kemal setenda dengan Arga dan Alfian, waktu camp. Mbak Made dan Mas Maman waktu WAW di Plampang. Saat diminta untuk monitoring satwa liar di Pasar Burung Surabaya. Dari ketidaktahuan, terpacu untuk belajar, mengamati dan menjadi hal yang menarik. Akhirnya pengamatan burung menjadi kegiatan yang mudah, praktis, dan bisa dilakukan diwaktu luang, di kampus, di tempat kerja, saat wisata maupun di alam terbuka.
Telah banyak pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan teman-teman supporter maupun pihak lainnya. Bagi saya, kualitas supporter ProFauna tidak diragukan lagi, apalagi officialnya (staf ProFauna) seperti mbak Niar, mas Bayu, mbak Asti, mas Radius, semuanya selain memiliki keahlian lebih, sadar terhadap lingkungan, juga komitmen terhadap pelestarian alam. Tidak hanya ucapan tetapi perbuatan. Tidak mengenal pamrih dan dalam kondisi apapun.
Terakhir sebagai kado ProFauna Indonesia yang tepat ke 20 tahun, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh supporter ProFauna atas segala dukungannya, dan selamat hari ulang tahun ProFauna Indonesia.... Maju terus PROFAUNA, pantang mundur dan sukses selalu.

Pengikut