MANGROVE CULTIVATION (MC)

LATAR BELAKANG
Hutan mangrove adalah hutan yang terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai dan dipengaruhi oleh gerakan pasang surut air laut. Hutan mangrove di Indonesia merupakan salah satu yang terluas di dunia, yaitu mencapai 25% dari total luas hutan mangrove dunia. Ekosistem mangrove memiliki fungsi yang sangat penting secara ekologi dan ekonomi, baik untuk masyarakat lokal, regional, nasional maupun global. Namun demikian, hutan mangrove mendapatkan tekanan yang sangat tinggi akibat perkembangan infrastuktur, pemukiman, pertanian, perikanan, dan industri. Salah satu tekanan yang menyebabkan kerusakan hutan mangrove di Indonesia adalah proyek reklamasi pantai demi pemenuhan kebutuhan manusia dimana hampir 60% penduduk Indonesia bermukim di wilayah pantai. Selanjutnya, diperkirakan sekitar 200.000 ha mangrove di Indonesia telah mengalami kerusakan setiap tahunnya.
Untuk itulah, maka pemanfaatan potensi kawasan mangrove sebagai ekowisata menjadi sebuah alternatif dalam usaha konservasi ekosistem mangrove karena berfokus pada keutuhan wilayah alam dan pemeliharaan kondisi alam itu sendiri. Pengelolaan dan pelestarian mangrove bisa diterapkan melalui ekowisata hutan mangrove, dengan berbagai teknik pengelolaan seperti pengelolaan sumber daya pesisir yang berbasiskan masyarakat yang dilaksanakan secara terpadu, dimana dalam konsep pengelolaan ini melibatkan seluruh stakeholder yang kemudian menetapkan prioritas–prioritas dengan berpedoman kepada tujuan utama, yaitu tercapainya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
Mengingat banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari keberadaan hutan mangrove, maka masyarakat, khususnya masyarakat pesisir harus turut diberdayakan dalam usaha pelestarian maupun rehabilitasi hutan mangrove tersebut, baik dengan cara memberikan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya ekosistem hutan mangrove, maupun dengan turut memberdayakan masyarakat dalam usaha pengelolaan hutan mangrove tersebut, melalui program pembibitan, penanaman dan penyulaman mangrove.
Atas dasar pemikiran tersebut di atas, maka KeSEMaT menyelenggarakan program tahunannya yang bertajuk MC 2010 yang bertujuan menjaga kelestarian dan menumbuhkembangkan rasa kepedulian pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum tentang arti pentingnya ekosistem mangrove.

TUJUAN UMUM
Sebagai sarana untuk menumbuhkembangkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada pelajar, mahasiswa dan masyarakat.
TUJUAN KHUSUS
1. Meningkatkan pengetahuan peserta akan pentingnya ekosistem hutan mangrove.
2. Memberikan wawasan tentang manfaat pengelolaan dan pelestarian ekosistem hutan mangrove melalui ekowisata hutan mangrove.
3. Memberikan pelatihan kepada peserta tentang tata cara membibitkan, menanam, menyulam dan menjaga kelangsungan ekosistem mangrove.
4. Menyiapkan bibit mangrove sebagai modal untuk penanaman mangrove pada Mangrove REpLaNT 2010.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
1. Seminar Nasional Mangrove For Ecotourism (MFE)
Hari/Tanggal : Sabtu, 8 Mei 2010
Tempat : Ruang Teater Kampus Ilmu Kelautan UNDIP, Teluk Awur, Jepara
2. Pelatihan Pembibitan dan Penyulaman Mangrove
Hari/Tanggal : Sabtu – Minggu, 8 – 9 Mei 2010
Tempat : Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK), Teluk Awur, Jepara
3. Field Trip (FT)
Hari/Tanggal : Minggu, 9 Mei 2010
Tempat : Lokasi Kerajinan Ukir Desa Tahunan Jepara dan Masjid Agung Demak

info seputar aktivitas konservasi magrove dapat dilihat pada
http://kesemat.blogspot.com