Senin, 28 April 2014

Jakarta - 2011


Pada saat itu dalam rangka pulang dari berkegiatan dinas luar di Bogor dan sekalian menemani istri yang lagi dinas luar ke Jakarta. mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang menampilkan potensi dan program tata kelola lingkungan yang telah dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan terutama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Perusahaan Swasta Nasional dan Multinasional, Badan dan Organisasi Lingkungan Hidup, serta Pemerhati Lingkungan. 
Pada tahun 2011, Pekan Lingkungan Indonesia dilaksanakan dengan rangkaian acara Pameran Lingkungan, Sejuta Pohon Sejuta Sepeda, Green Music Festival, Eco Driving Rally, Eco Creative, Launching Program, Seminar, Workshop, Aneka Lomba, dan acara lainnya dengan melibatkan seluruh stakeholder.

Pekan Lingkungan Indonesia 2011 pada tanggal 1 – 5 Juni 2011 di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Profil Peserta Pekan Lingkungan Indonesia 2011 antara lain Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian Republik Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup Negara Sahabat, Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta mitra binaan, Perusahaan Swasta Nasional dan Multinasional, Organisasi, Badan Nasional dan Internasional, Asosiasi Bisnis dan Jasa terkait, Pusat Studi Lingkungan dan Konsultan Lingkungan, Perusahaan peralatan dan jasa pengelolaan lingkungan, LSM dan organisasi masyarakat bidang lingkungan dan energi, Perguruan tinggi, lembaga pendidikan dan akademi.
Produk yang dipamerkan dalam Pekan Lingkungan Indonesia 2011 antara lain Prestasi dan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup oleh seluruh stakeholder, Program Pengelolaan Lingkungan Hidup oleh seluruh stakeholder, Regulasi dan kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah di bidang Lingkungan Hidup serta insentif terkait, visualisasi pelestarian lingkungan dari para stakeholder, Sistem dan Teknologi pengelolaan lingkungan seperti Manajemen limbah cair, Tempat Pembuangan Akhir (Sampah), pengolahan limbah udara, peralatan pengelolaan limbah dan pemantauan kualitas udara dan air, produk energi alternatif, kerajinan dan souvenir berbahan daur ulang.

Kamis, 24 April 2014

Solo - 2011

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati besar di dunia. Dengan luas wilayah 1,3 % dari luas muka bumi, sebagai negara megabiodiversity, Indonesia memiliki keanekaragama hayati satwa sangat tinggi yang terdiri dari mamalia 515 spesies (12 % dari mamalia dunia), reptil 511 spesies (7,3 % dari spesies reptil di dunia), burung 1.598 spesies (17 % dari spesies di dunia), amphibi 270 spesies, binatang tak bertulang belakang 2827 spesies, 35 spesies primata, 1400 spesies ikan air tawar dan 121 spesies kupu-kupu. Disamping itu, keanekaragaman tumbuhan memiliki ±38.000 spesies (55 % endemik). Lebih dari 50 % jumlah pohon penghasil kayu di dunia terdapat di Kalimantan.

Untuk itu perlu adanya upaya khusus untuk melestarikan kekayaan biodiversitas di Indonesia. Masyarakat Biodiveritas Indonesia (MBI) merupakan sebuah organisasi yang memperhatikan kekayaan biodiversitas di Indonesia. Pedirian MBI berawal dari pembicaraan antara pengelola dan kontributor jurnal Biodiversitas dari berbagai kota di Indonesia maupun dari luar negeri. Jurnal biodiversitas pertama kali terbit pada tahun 2000. Pada tahun 2006 jurnal biodiversitas memfasilitasi lahirnya MBI untuk mewadahi para pembaca dan penulis jurnal Biodiversitas serta pihak-pihak yang peduli keanekaragaman Indonesia. Tahun 2010 MBI, telah menjadi co-publisher jurnal Biodiversitas.

1ST SIB - INTERNATIONAL CONFERENCE ON BIODIVERSITY



Pada 23-24 Juli 2011 bertempat di Universitas Sebelas Maret Surakarta, MBI mengadakan seminar Internasional dan konggres pertama. Pada acara ini dihadiri dari berbagai instansi dan univeritas dari dalam maupun luar negeri. 







Selasa, 22 April 2014

Bogor - 2011

Salah satu kegiatan yang pasti dikuti adalah seminar karena ini memang ajang untuk deseminasi/mempublikasikan hasil penelitian namun ada kegiatan yang tidak mungkin terlewatkan adalah jalan-jalan (fieldtrip) seperti yang diadakan oleh Biopharmaca Research Center Bogor Agricultural University (IPB) dalam Global Jamu Brand Indonesia pada tanggal 24-29 Mei 2011 di IPB International Convention Center (IICC) Bogor.


Serangkaian kegiatan yang dilakukan yaitu The 2nd International Symposium on Temulawak, Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XL, Workshop on Quality Assurance of Herbal Medicine Raw Materials for Jamu & Cosmetic, Temu Bisnis dan Bursa Hasil Penelitian, Festival Jamu dan Lomba Desain Batik bertema Jamu, serta field trip ke Kebun Raya Bogor, Istana Bogor dan tempat rekreasi Katulampa.


Globalization of Djamoe Brand Indonesia yang telah diselenggarakan di IPB (Institut Pertanian Bogor) merupakan langkah konkrit yang diselenggarakan atas kerjasama berbagai pihak untuk memajukan pengobatan tradisional Indonesia khususnya jamu.

Secara keseluruhan rangkaian acara yang diadakan ingin mewujudkan jamu sebagai pengobatan tradisional Indonesia dan temulawak menjadi salah satu ikon tanaman obat asli Indonesia yang diakui secara global di dunia pengobatan internasional. Acara ini diikuti oleh berbagai lembaga di dari lingkup peneliti, produsen obat, swasta dan instansi pemerintah yang terkait.


Dalam diskusi yang telah diselenggarakan dengan berbagai pihak dalam simposium ini, secara artifisial istilah jamu akan berubah menjadi djamoe. Hal ini ditujukan agar memberi kesan bahwa jamu adalah pengobatan tradisional indonesia yang sudah ada sejak jaman nenek moyang bangsa Indonesia. Hasil dari simposium yang diselenggarakan juga diharapkan dapat menjadikan jamu sebagai brand pengobatan tradisional Indonesia yang diakui dunia secara Internasional.

Pengikut