Rabu, 02 Juli 2014

PEKASL 3

Pelatihan Konservasi Alam dan Satwa Liar
“KONSERVASI LAUT DAN PESISIR”
 Latar Belakang
Peran serta masyarakat, mahasiswa, pecinta alam dan organisasi mahasiswa yang bergerak dalam bidang pelestarian alam memiliki peran sangat penting dalam mengawal pelestarian alam dan satwa liar Indonesia agar tetap lestari. Peningkatan pemahaman, wawasan dan keterampilan mutlak diperlukan oleh generasi muda sebagai bekal dalam melaksanakan kegiatan konservasi alam dan satwa liar khususnya yang ada di Indonesia.
Untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang konservasi alam dan satwa tersebut, P-WEC (Petungsewu Wildlife Education Center) sebagai pusat pendidikan konservasi alam kembali menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Konservasi Alam dan Satwa Liar (PEKA-SL) yang ke-3”. Tema kegiatan PEKA-SL ke-3 ini adalah Konservasi Laut dan Pesisir. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memfasilitasi para aktivis lingkungan, penggiat konservasi sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik antar aktivis dari berbagai daerah di Indonesia yang peduli terhadap pelestarian alam.

Tujuan
Meningkatkan ketrampilan, pengetahuan dalam analisa kegaiatan lapang tentang konservasi alam dan satwa liar terutama konservasi laut dan pesisir.

Meningkatkan pemahaman tentang pelestarian satwa liar dan habitatnya.

Menjalin komunikasi antar aktivis, mahasiswa dan pecinta alam yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian alam.



Kegiatan dan Waktu
PEKA-SL ke-3 dilaksanakan pada tanggal 6 – 8 Juni 2014 yang bertempat di P-WEC, Sendang Biru dan Sempu.

Sasaran Peserta
Mahasiswa jurusan biologi, kehutanan, pertanian, peternakan, perikanan, kelompok pecinta alam, komunitas pecinta satwa dan organisasi lingkungan hidup.

Konsep Kegiatan
Kegiatan PEKA-SL ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari berturut-turut mulai tanggal 6 hingga 8 juni 2014 dengan rangkaian kegiatan yang meliputi materi konservasi alam dan praktik lapang.




Pemateri dan Materi
Kegiatan ini melibatkan pemateri yang berlatar belakang tenaga ahli dan praktisi di bidangnya meliputi :
Dr. Endang Arisoesilaningsih (Pakar Ekologi Universitas Brawijaya dan advisory broad Profauna) materi: Analisi Vegetasi Hutan Dataran Rendah

Arief Setyanto, S.Pi, M.App,Sc (Dosen Perikanan Universitas Brawijaya dan advisory broad Profauna) materi: Konservasi Ekologi Laut dan Pengenalan Keanekaragaman Hayati
Rosek Nursahid (Biolog dan Founder Profauna Indonesia) materi: Prinsip Dasar Perlindungan Ekosistem Laut
Qodirul Aini (Project Manager Petungsewu Adventure) materi: Pendidikan Konservasi Alam
Bayu Sandi (Ahli Penyu Profauna Indonesia) materi: Konservasi Penyu

Praktik Lapangan
Pengenalan Ekosistem Pulau Sempu
Praktik Analisis Vegetasi Hutan Dataran Rendah
Praktik Relokasi Telur Penyu

Fasilitas :
Fasilitas yang diberikan untuk peserta :
Penginapan di P-WEC

Transportasi Menuju Sendang Biru dan Sempu
Konsumsi di P-WEC dan Sendang Biru
T-Shirt
Sertifikat




Daftar perlengkapan yang wajib dibawa oleh peserta.
No
Perlengkapan Pribadi
Perlengkapan Makan
(saat camp)
Peralatan Camp
1
Baju Ganti
Peralatan Memasak
Tenda
2
Jaket
Peralatan Makan
Matras
3
Sandal
Bahan Makanan
Teropong
4
Sepatu Lapangan
Air Mineral
Kamera
5
Topi
Lampu Senter
6
Obat-obatan Pribadi
Buku saku dan alat tulis

Kamis, 26 Juni 2014

NEW PROFAUNA


ProFauna yang didirikan pada tahun 1994 kini berkembang pesat menjadi organisasi grass roots terbesar untuk perlindungan satwa liar dan habitatnya di Indonesia. Dengan didukung ribuan supporter-nya, ProFauna telah mengambil peran penting dalam berbagai isu tentang konservasi satwa liar di Indonesia yang merupakan salah satu negara penting dalam hal keanekaragaman hayati.




Menandai perjalanan 20 tahun ProFauna di Indonesia, pada tanggal 1 Juni 2014 ProFauna meluncurkan logo dan program baru. Kini nama ProFauna memiliki kepanjangan yaitu Protection of Forest and Fauna (PROFAUNA). Logo bergambar lutung hitam yang telah dipakai selama 20 tahun, kini diganti dengan logo baru yang lebih segar yaitu berupa gambar primata dan hutan. 



Dalam peluncuran itu, PROFAUNA juga mengenalkan program utama dan kebijakannya yang akan difokuskan pada enam isu yaitu Combating wildlife crime, Protecting forest, Against wildlife abuse, Ranger, Support local community, dan Grassroots movement.



















Senin, 28 April 2014

Jakarta - 2011


Pada saat itu dalam rangka pulang dari berkegiatan dinas luar di Bogor dan sekalian menemani istri yang lagi dinas luar ke Jakarta. mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang menampilkan potensi dan program tata kelola lingkungan yang telah dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan terutama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Perusahaan Swasta Nasional dan Multinasional, Badan dan Organisasi Lingkungan Hidup, serta Pemerhati Lingkungan. 
Pada tahun 2011, Pekan Lingkungan Indonesia dilaksanakan dengan rangkaian acara Pameran Lingkungan, Sejuta Pohon Sejuta Sepeda, Green Music Festival, Eco Driving Rally, Eco Creative, Launching Program, Seminar, Workshop, Aneka Lomba, dan acara lainnya dengan melibatkan seluruh stakeholder.

Pekan Lingkungan Indonesia 2011 pada tanggal 1 – 5 Juni 2011 di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Profil Peserta Pekan Lingkungan Indonesia 2011 antara lain Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian Republik Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup Negara Sahabat, Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta mitra binaan, Perusahaan Swasta Nasional dan Multinasional, Organisasi, Badan Nasional dan Internasional, Asosiasi Bisnis dan Jasa terkait, Pusat Studi Lingkungan dan Konsultan Lingkungan, Perusahaan peralatan dan jasa pengelolaan lingkungan, LSM dan organisasi masyarakat bidang lingkungan dan energi, Perguruan tinggi, lembaga pendidikan dan akademi.
Produk yang dipamerkan dalam Pekan Lingkungan Indonesia 2011 antara lain Prestasi dan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup oleh seluruh stakeholder, Program Pengelolaan Lingkungan Hidup oleh seluruh stakeholder, Regulasi dan kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah di bidang Lingkungan Hidup serta insentif terkait, visualisasi pelestarian lingkungan dari para stakeholder, Sistem dan Teknologi pengelolaan lingkungan seperti Manajemen limbah cair, Tempat Pembuangan Akhir (Sampah), pengolahan limbah udara, peralatan pengelolaan limbah dan pemantauan kualitas udara dan air, produk energi alternatif, kerajinan dan souvenir berbahan daur ulang.

Kamis, 24 April 2014

Solo - 2011

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati besar di dunia. Dengan luas wilayah 1,3 % dari luas muka bumi, sebagai negara megabiodiversity, Indonesia memiliki keanekaragama hayati satwa sangat tinggi yang terdiri dari mamalia 515 spesies (12 % dari mamalia dunia), reptil 511 spesies (7,3 % dari spesies reptil di dunia), burung 1.598 spesies (17 % dari spesies di dunia), amphibi 270 spesies, binatang tak bertulang belakang 2827 spesies, 35 spesies primata, 1400 spesies ikan air tawar dan 121 spesies kupu-kupu. Disamping itu, keanekaragaman tumbuhan memiliki ±38.000 spesies (55 % endemik). Lebih dari 50 % jumlah pohon penghasil kayu di dunia terdapat di Kalimantan.

Untuk itu perlu adanya upaya khusus untuk melestarikan kekayaan biodiversitas di Indonesia. Masyarakat Biodiveritas Indonesia (MBI) merupakan sebuah organisasi yang memperhatikan kekayaan biodiversitas di Indonesia. Pedirian MBI berawal dari pembicaraan antara pengelola dan kontributor jurnal Biodiversitas dari berbagai kota di Indonesia maupun dari luar negeri. Jurnal biodiversitas pertama kali terbit pada tahun 2000. Pada tahun 2006 jurnal biodiversitas memfasilitasi lahirnya MBI untuk mewadahi para pembaca dan penulis jurnal Biodiversitas serta pihak-pihak yang peduli keanekaragaman Indonesia. Tahun 2010 MBI, telah menjadi co-publisher jurnal Biodiversitas.

1ST SIB - INTERNATIONAL CONFERENCE ON BIODIVERSITY



Pada 23-24 Juli 2011 bertempat di Universitas Sebelas Maret Surakarta, MBI mengadakan seminar Internasional dan konggres pertama. Pada acara ini dihadiri dari berbagai instansi dan univeritas dari dalam maupun luar negeri. 







Selasa, 22 April 2014

Bogor - 2011

Salah satu kegiatan yang pasti dikuti adalah seminar karena ini memang ajang untuk deseminasi/mempublikasikan hasil penelitian namun ada kegiatan yang tidak mungkin terlewatkan adalah jalan-jalan (fieldtrip) seperti yang diadakan oleh Biopharmaca Research Center Bogor Agricultural University (IPB) dalam Global Jamu Brand Indonesia pada tanggal 24-29 Mei 2011 di IPB International Convention Center (IICC) Bogor.


Serangkaian kegiatan yang dilakukan yaitu The 2nd International Symposium on Temulawak, Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XL, Workshop on Quality Assurance of Herbal Medicine Raw Materials for Jamu & Cosmetic, Temu Bisnis dan Bursa Hasil Penelitian, Festival Jamu dan Lomba Desain Batik bertema Jamu, serta field trip ke Kebun Raya Bogor, Istana Bogor dan tempat rekreasi Katulampa.


Globalization of Djamoe Brand Indonesia yang telah diselenggarakan di IPB (Institut Pertanian Bogor) merupakan langkah konkrit yang diselenggarakan atas kerjasama berbagai pihak untuk memajukan pengobatan tradisional Indonesia khususnya jamu.

Secara keseluruhan rangkaian acara yang diadakan ingin mewujudkan jamu sebagai pengobatan tradisional Indonesia dan temulawak menjadi salah satu ikon tanaman obat asli Indonesia yang diakui secara global di dunia pengobatan internasional. Acara ini diikuti oleh berbagai lembaga di dari lingkup peneliti, produsen obat, swasta dan instansi pemerintah yang terkait.


Dalam diskusi yang telah diselenggarakan dengan berbagai pihak dalam simposium ini, secara artifisial istilah jamu akan berubah menjadi djamoe. Hal ini ditujukan agar memberi kesan bahwa jamu adalah pengobatan tradisional indonesia yang sudah ada sejak jaman nenek moyang bangsa Indonesia. Hasil dari simposium yang diselenggarakan juga diharapkan dapat menjadikan jamu sebagai brand pengobatan tradisional Indonesia yang diakui dunia secara Internasional.

Sabtu, 22 Maret 2014

Tulisanku...


Membaca berita ProFauna di harian Surya pada halaman pertama, membuat saya bangga. Ternyata ProFauna mamang organisasi yang komitmen dalam pelestarian satwa liar dan habitatnya. Sekaligus ingin mencoba menulis, bukan hanya karena diminta untuk menulis oleh mas Rosek yang akan dibukukan dalam 20th ProFauna Indonesia ataupun diminta update tulisan oleh mas Iwan sebagai kelanjutan pelatihan jurnalistik – Burung Nusantara.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada mas Rosek Nursahid selaku chairman dan founder atas inspirasinya, juga teman-teman supporter dan official ProFauna atas dukungannya. Banyak hal-hal menarik, pengalaman baru dan pengetahuan yang didapatkan selama bersama ProFauna. Ada atmosfer yang khas, saat bertemu dan bercengkrama dengan teman-teman di PWEC. Ada hati dan semangat yang satu dalam keberagaman asal, umur, latarbelakang dan aktivitas.
Sedikit bercerita selama lebih dari dua tahun bersama ProFauna. Pada awalnya, saya belum mengenal ProFauna, waktu itu dalam rutinitas bekerja di lembaga konservasi tumbuhan ex-situ. Hanyalah seperti biasa, tidak diperhatikan, dan tidak ada peningkatan pengetahuan. Sehingga rasa ingin mendapat pengetahuan mengenai konservasi dan pengalaman ke alam, membawa saya mendaftar Pelatihan Konservasi Alam dan Satwa Liar (PkaSL) di PWEC tahun 2010. Hasilnya cukup sesuai harapan dan membuat ingin ikut kembali bila ada PkaSL. Disinilah dikenalkan ProFauna dalam salah satu materinya. Untuk mendukung perjuangan ProFauna, saya bergabung sebagai Supporter ProFauna, pada urutan terbawah di Suara Satwa Vol. XV/No.14/ Januari-Maret 2011. Awalnya dalam setahun hanya mengikuti satu kegiatan ProFauna, ini bukan berarti ProFauna tidak ada kegiatan, namun sebaliknya, ada WAW (wild animal waching), BTN (back to nature), ProFauna conference, ProFauna camp dan banyak lagi. Bahkan saat ini banyak kegiatan ProFauna yang tidak bisa saya ikuti karena dihadapkan pada keterbatasan waktu dan tenaga, tanggungjawab pekerjaan, urusan kuliah dan kepentingan keluarga.
Banyak pengalaman pertama dalam mengikuti beberapa kegiatan ProFauna. Pertama kali ikut ProFauna Camp di Pulau Sempu, sangat seru. Disini saya mengetahui lebih jelas mengenai kegiatan utama ProFauna yaitu kampanye, pendidikan, investigasi dan penyelamatan satwa. ProFauna Conference juga kali pertama ikut, begitu inspiratif dan sangat memberikan semangat. Disinilah saya merasa memang perlu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam. Alam, seperti halnya hutan merupakan habitat satwa liar. Apabila terjadi eksploitasi berlebihan bahkan kerusakan menyebabkan terancam punahnya satwa liar. Kerusakan alam pada akhirnya akan berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Sehingga prinsip ProFauna untuk melindungi satwa liar dan hutan Indonesia, sangat sejalan dengan prinsip seorang peneliti biologi konservasi yang peduli terhadap pelestarian alam.
Hal yang membuat saya merasa secara emosional bagian dari keluarga besar ProFauna, saat dibentuk Supporter ProFauna chapter Surabaya pada September 2012, dan diminta sebagai koordinator. Entah apa pertimbangannya, yang jelas ini suatu kehormatan sekaligus amanah untuk berbuat lebih, karena saya merasa supporter baru, bukan aktivis dan tidak mengenal siapapun sebelumnya. Sejalan dengan waktu, beberapa aksi damai (soft kampanye) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat berhasil digelar di Surabaya. Adakalanya rasa ragu dalam memulai aksi, namun berkat dukungan teman-teman supporter, kesediaan dan kedatangan dalam meramaikan aksi kampanye, sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Terutama teman-teman supporter Sidoarjo dengan Mas Zamroni dan Mbak Ida, yang sering meramaikan aksi di Surabaya. Sherrin, Sehat, Seyla dan Lina, mereka selain cantik-cantik juga keren, dapat meluangkan waktu dan tidak segan-segan untuk ikut aksi disela aktivitasnya.
Selain itu, munculnya hobby baru. Berawal ketemu Kemal setenda dengan Arga dan Alfian, waktu camp. Mbak Made dan Mas Maman waktu WAW di Plampang. Saat diminta untuk monitoring satwa liar di Pasar Burung Surabaya. Dari ketidaktahuan, terpacu untuk belajar, mengamati dan menjadi hal yang menarik. Akhirnya pengamatan burung menjadi kegiatan yang mudah, praktis, dan bisa dilakukan diwaktu luang, di kampus, di tempat kerja, saat wisata maupun di alam terbuka.
Telah banyak pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan teman-teman supporter maupun pihak lainnya. Bagi saya, kualitas supporter ProFauna tidak diragukan lagi, apalagi officialnya (staf ProFauna) seperti mbak Niar, mas Bayu, mbak Asti, mas Radius, semuanya selain memiliki keahlian lebih, sadar terhadap lingkungan, juga komitmen terhadap pelestarian alam. Tidak hanya ucapan tetapi perbuatan. Tidak mengenal pamrih dan dalam kondisi apapun.
Terakhir sebagai kado ProFauna Indonesia yang tepat ke 20 tahun, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh supporter ProFauna atas segala dukungannya, dan selamat hari ulang tahun ProFauna Indonesia.... Maju terus PROFAUNA, pantang mundur dan sukses selalu.

Pengikut