Selasa, 07 April 2015

PPBI 2014





Setelah mengikuti PPBI 2013 di Malang, pengen rasanya ikutan PPBI (Pertemuan Pengamat Burung Indonesia) tahun 2014 yang bertempat di kampus Biologi - UNDIP dan perkebunan teh Medini  - G. Ungaran, Semarang. 




Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, Meskipun tidak mengenal lokasi (baru pertama kali) bahkan tidak punya teman seperjalanan, namun rasa ingin tau dan memperoleh ilmu dan pengetahuan mengenai per-burung-an, menjadikan tetap semangat berangkat.


Selama tiga hari cukup banyak pengalaman dan hal baru  yang didapat, tentu saja kawan-kawan baru, yang membuat saya salut karena lebih muda tapi mereka lebih banyak pengalaman dan pengetahuannya.





Kamis, 02 April 2015

"Raja Seminar" is My Adventure

Mungkin karena terlalu seringnya mengikuti kegiatan ilmiah berupa seminar nasional maupun internasional, saya oleh beberapa teman/kolega dari perguruan tinggi (dosen) maupun dikantor (peneliti) dijuluki RAJA SEMINAR (raja prosiding). Apapun pencitraan orang lain, saya bertujuan untuk promosi / desiminasi / sosialisasi atas kegiatan riset yang dilakukan yang akhirnya akan menambah khasanah perkembangan ilmu pengetahuan. Syukur-syukur ada yang menyitasi dan dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat luas.
 
Secara terminology seminar adalah sebuah kegiatan yang di buat untuk penyampaian suatu karya ilmiah dari seorang pakar atau peneliti yang dipresentasekan kepada peserta agar dapat mengambil keputusan yang sama terhadap karya ilmiah antara sumber dengan peserta. Seminar dapat diartikan sebuah pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah dibawah suatu pimipinan guru besar atau seorang ahli dari suatu masalah tersebut. Seminar merupakan kegiatan yang melibatkan adnya sumber informasi dan penerima informasi.
 
Mungkin emang lebih senang ikutan seminar, karena waktu itu lagi jadi mahasiswa. Selain sumbernya yang cukup banyak dan mudah didapat informasinya di kampus, juga harga / biaya sebagai mahasiswa lebih murah daripada sebagai instansi / peneliti. Selain itu mahasiswa juga diharapkan untuk lebih cerdas, amanah dan kreatif dalam menseminarkan karya ilmiahnya di kampus. Mahasiswa yang amanah apabila dapat mempertanggung jawabkan kegiatan penelitiannya, kreatif dalam menyampaikan hasil dan kecakapan berbahasa sehingga dapat menarik perhatian orang lain untuk mendengarkan ketika presentasi, agar mendukung hasil risetnya. Selain faktor utama ikutan seminar adalah syarat wajib untuk kelulusan.
 
Sebenarnya mengikuti sebuah seminar ilmiah, tidak hanya karena syarat kelulusan (yang kuliah/mahasiswa) ataupun untuk usulan penilaian (angka kredit/AK) dalam jenjang karir kedepan. Namun seminar memiliki banyak manfaat buat diri kita, sehingga saya senang ikutan seminar. Saya merangkum ada 8 (delapan) manfaat dalam seminar, antara lain:
1.         Mengikuti tren terbaru dari sebuah tema penelitian. Penting jika ingin tetap tune-in dan up-date dengan apa yang terjadi di dunia akademis dan riset. Paper seminar lebih cepat uptodate daripada jurnal, apalagi jurnal yang mensyaratkan durasi review lebih dari satu tahun.
2.        Memperluas network / jaringan. Peneliti dan dosen yang tidak pernah seminar ke luar kota atau luar negeri melewatkan kesempatan emas mendapatkan kenalan baru yang se-”frekuensi”. Penting jika ingin menempuh studi lebih lanjut(S2, S3 atau post doctoral). Di sinilah pentingnya kenalan dan punya kartu nama (kontak selanjutnya).
3.   Mempromosikan apa yang kita kerjakan / penelitian. Juga mempromosikan dan memperkenalkan diri kita dalam komunitas ilmiah (akademisi / peneliti). Ini sudah jelas. Apalagi jika produk riset kita potensial untuk dipasarkan atau dipatenkan perusahaan. Seminar nasional / internasional yang well-respected biasanya dihadiri perusahaan ternama. Mereka mencari teknologi untuk mendukung R&D (research and development), dan ini mungkin cara mudah dengan hasil yang menjanjikan.
4.      Mempromosikan institusi atau lembaga maupun negara kita (internasional). Hadir di seminar internasional secara tidak langsung membawa prestise untuk institusi dan negara afiliasi peneliti.
5.        Ujian kedalaman suatu tulisan / makalah / paper sebelum di submit / masuk ke jurnal. Dengan mempresentasikan paper di seminar yang tepat dan setema dengan paper, Anda akan mendapatkan masukan yang konstruktif maupun dari sudut pandang baru. Sangat berharga, terutama apabila forum diskusi pertemuan internal hanya seperti biasa.
6.        Bertemu langsung dengan tokoh-tokoh penting di bidang riset yang sama. Ini penting, terutama jika mungkin suatu saat ingin mengundangnya ke instansi / kampus kita. Bila beruntung, kita bisa minta foto bareng, mendiskusikan publikasinya atau mendapatkan bukunya. Kalau foto bersama artis saja diburu, scientist juga sama dong….
7.        Mengikuti training, workshop, atau kuliah khusus selain seminar utama, juga mungkin field trip. Apabila seminar yang diadakan bagus (bonafid), ada training/pelatihan ataupun workshop khusus yang diisi oleh seorang pakar. Anda mendapatkan ilmu dan pengalaman langsung yang tidak mungkin didapat hanya dengan membaca paper.
8.       Sarana refreshing dari rutinitas. Biasanya seminar dilakukan di tempat lain, luar kota, atau yang dekat dengan lokasi wisata. Bahkan dalam perjalanan menuju tempat seminar ataupun setelah kegiatan seminar dapat sekalian berwisata (alam, lokasi atau kuliner) ataupun sekedar adventure travelling.

JADI ikutan SEMINAR tidak semata-mata memburu AK, bahkan jadi penulis tunggal biar nilai AK utuh... tetapi ada banyak manfaat yang jauh lebih besar. Semoga saya dijauhkan dari hal seperti ini... Amin.

Rabu, 01 April 2015

Pameran IBEX 2014


Saat itu pengen jalan-jalan sekalian liat stand LIPI di pameran Indonesian Biodiversity Expo (IBEX) yang mumpung diadakan di Royal Plaza Surabaya tanggal 22-25 Mei 2014. 





Selain stand LIPI, ada instansi lain yang bergerak di bidang biodiversity juga, seperti BBKSDA, Libtang Pertanian dan dari berbagai pemerintah daerah yang memamerkan berbagai macam produk usaha kecil dan menengah. Karena antusian pengunjung yang cukup tinggi melihat stand LIPI terutama koleksi buah/biji yang dipamerkan jadilah tenaga penjaga stand dadakan untuk menerangkan jenis dan keanekaragaman yang dimiliki koleksi kebun raya purwodadi. Para pengunjung juga banyak menanyakan tentang kebun raya maupun LIPI. 


Selain memberikan pengetahuan mengenai keanekaragaman koleksi tumbuhan dan penelitian yang terkait, juga terdapat leaflet atau buku gratis yang dapat dimiliki oleh pengunjung. 

Sehingga kegiatan LIPI khususnya Kebun Raya dapat lebih berdampak, diketahui dan tersosialisasikan ke masyarakat yang lebih luas dan potensial haus akan informasi keanekaragaman hayati dan bioresources di LIPI.


Pengikut