Mungkin karena terlalu seringnya mengikuti kegiatan
ilmiah berupa seminar nasional maupun internasional, saya oleh beberapa
teman/kolega dari perguruan tinggi (dosen) maupun dikantor (peneliti) dijuluki RAJA
SEMINAR (raja prosiding). Apapun pencitraan orang lain, saya bertujuan untuk promosi
/ desiminasi / sosialisasi atas kegiatan riset yang dilakukan yang akhirnya akan
menambah khasanah perkembangan ilmu pengetahuan. Syukur-syukur ada yang menyitasi
dan dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat luas.

Secara terminology seminar adalah sebuah
kegiatan yang di buat untuk penyampaian suatu karya ilmiah dari seorang pakar
atau peneliti yang dipresentasekan kepada peserta agar dapat mengambil
keputusan yang sama terhadap karya ilmiah antara sumber dengan peserta. Seminar
dapat diartikan sebuah pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah
dibawah suatu pimipinan guru besar atau seorang ahli dari suatu masalah
tersebut. Seminar merupakan kegiatan yang melibatkan adnya sumber informasi dan
penerima informasi.

Mungkin emang lebih senang ikutan seminar,
karena waktu itu lagi jadi mahasiswa. Selain sumbernya yang cukup banyak dan
mudah didapat informasinya di kampus, juga harga / biaya sebagai mahasiswa
lebih murah daripada sebagai instansi / peneliti. Selain itu mahasiswa juga
diharapkan untuk lebih cerdas, amanah dan kreatif dalam menseminarkan karya
ilmiahnya di kampus. Mahasiswa yang amanah apabila dapat mempertanggung
jawabkan kegiatan penelitiannya, kreatif dalam menyampaikan hasil dan kecakapan
berbahasa sehingga dapat menarik perhatian orang lain untuk mendengarkan ketika
presentasi, agar mendukung hasil risetnya. Selain faktor utama ikutan seminar
adalah syarat wajib untuk kelulusan.

Sebenarnya mengikuti sebuah seminar ilmiah, tidak
hanya karena syarat kelulusan (yang kuliah/mahasiswa) ataupun untuk usulan penilaian
(angka kredit/AK) dalam jenjang karir kedepan. Namun seminar memiliki banyak
manfaat buat diri kita, sehingga saya senang ikutan seminar. Saya merangkum ada
8 (delapan) manfaat dalam seminar, antara lain:
1.
Mengikuti tren terbaru dari sebuah tema
penelitian. Penting jika ingin tetap tune-in dan up-date dengan apa yang
terjadi di dunia akademis dan riset. Paper seminar lebih cepat uptodate
daripada jurnal, apalagi jurnal yang mensyaratkan durasi review lebih dari satu
tahun.
2. Memperluas network / jaringan. Peneliti dan
dosen yang tidak pernah seminar ke luar kota atau luar negeri melewatkan
kesempatan emas mendapatkan kenalan baru yang se-”frekuensi”. Penting jika
ingin menempuh studi lebih lanjut(S2, S3 atau post doctoral). Di sinilah
pentingnya kenalan dan punya kartu nama (kontak selanjutnya).
3. Mempromosikan apa yang kita kerjakan /
penelitian. Juga mempromosikan dan memperkenalkan diri kita dalam komunitas ilmiah
(akademisi / peneliti). Ini sudah jelas. Apalagi jika produk riset kita potensial
untuk dipasarkan atau dipatenkan perusahaan. Seminar nasional / internasional
yang well-respected biasanya dihadiri perusahaan ternama. Mereka mencari
teknologi untuk mendukung R&D (research and development), dan ini mungkin
cara mudah dengan hasil yang menjanjikan.
4. Mempromosikan institusi atau lembaga maupun negara
kita (internasional). Hadir di seminar internasional secara tidak langsung membawa
prestise untuk institusi dan negara afiliasi peneliti.
5. Ujian kedalaman suatu tulisan / makalah / paper
sebelum di submit / masuk ke jurnal. Dengan mempresentasikan paper di seminar yang
tepat dan setema dengan paper, Anda akan mendapatkan masukan yang konstruktif
maupun dari sudut pandang baru. Sangat berharga, terutama apabila forum diskusi
pertemuan internal hanya seperti biasa.
6. Bertemu langsung dengan tokoh-tokoh penting
di bidang riset yang sama. Ini penting, terutama jika mungkin suatu saat ingin
mengundangnya ke instansi / kampus kita. Bila beruntung, kita bisa minta foto
bareng, mendiskusikan publikasinya atau mendapatkan bukunya. Kalau foto bersama
artis saja diburu, scientist juga sama
dong….
7. Mengikuti training, workshop, atau kuliah
khusus selain seminar utama, juga mungkin field trip. Apabila seminar yang
diadakan bagus (bonafid), ada training/pelatihan ataupun workshop khusus yang
diisi oleh seorang pakar. Anda mendapatkan ilmu dan pengalaman langsung yang
tidak mungkin didapat hanya dengan membaca paper.
8. Sarana refreshing dari rutinitas. Biasanya
seminar dilakukan di tempat lain, luar kota, atau yang dekat dengan lokasi
wisata. Bahkan dalam perjalanan menuju tempat seminar ataupun setelah kegiatan
seminar dapat sekalian berwisata (alam, lokasi atau kuliner) ataupun sekedar adventure travelling.
JADI ikutan SEMINAR tidak semata-mata memburu AK, bahkan jadi penulis tunggal biar nilai AK utuh... tetapi ada banyak manfaat yang jauh lebih besar. Semoga saya dijauhkan dari hal seperti ini... Amin.