Kamis, 17 Maret 2016

TRIP &TRAVELING (part2)

Kareumbi - Bandung

Menyambung cerita sebelumnya... ke Bogor mungkin tidaklah asing bagi saya, tapi sudah lama (pertama kali tahun 2005 dan terakhir tahun 2010) banyak sekali perubahnya, salah satunya stasiun Bogor. Sedangkan ke Bandung ini adalah kedua kalinya (pertama kali tahun 2005 juga) namun hanya sebentar. Dulu ke Gunung Tangkuban perahu, sekarang ke Gunung Masigit Kareumbi jadi memang agak asing Bandung bagi saya.

Hari Jum’at jam3 sore sampai di UNPAD, saya menunggu teman yang kebetulan sangat terkenal di kampus ilkom UNPAD. Maklumlah ketiga teman ini seorang aktivis PROFAUNA dan bekerja sebagai Dosen disana (Ceu Rinda, Nadia & Bu Titin). Dari teman ini, direkomendasikan tempat penginapan terdekat untuk istirahat semalam dan menunggu aktivitas BTN esok harinya.



Sebelum melanjutkan cerita perjalanan Back to Nature, sebaiknya kita merencanakan perjalanan dengan baik. Dalam perjalanan beberapa hari dan tujuan lokasi berbeda, seperti ke Bogor kemudian ke Bandung, dengan aktivitas yang bertolak belakang, didalam ruang (conference) dan diluar ruang (adventure). Pasti kebayang banyak barang bawaannya.
Sudah bukan zamannya lagi traveling sambil membawa banyak koper dan tas. Jangan salah, ini backpacker Bro... bisa melenggang kemana-mana hanya dengan ransel kecil. Jadi tidaklah sulit, banyak orang sudah melakukannya. Beberapa tip trip yang bermanfaat, seperti: Bawalah tas punggung (bukan koper) untuk memudahkan perjalanan.Tas punggung inilah asal nama backpacker. Ukuran tas ransel sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, postur tubuh dan lama perjalanan, serta penataan atau cara mengemas barang. Packing dalam tas yang baik dan benar akan tersusun rapi sehingga tas dapat menampung banyak barang, juga akan berpengaruh terhadap kenyamanan dalam mengambil ataupun menaruh barang bila diperlukan dalam perjalanan. Rencana perjalanan yang matang dengan budget  yang efektif. Pemilihan sarana transportasi, tempat penginapan dan perkirakan waktu secara tepat dapat dilakukan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya. Selanjutnya kebugaran tubuh merupakan hal yang paling penting dalam persiapan traveling. Terakhir bila akan bepergian, jangan lupa bawalah kamera untuk mengabadikan perjalanan, alat komunikasi (hp / ht) dan alat navigasi (peta, kompas / gps) untuk menghindari tersesat. dan obat-obatan pribadi, bisa menjadi barang pelengkap beraktivitas ala backpacker.


Hari Sabtu, semua teman-teman PROFAUNA berdatangan ke lokasi untuk BTN ke Masigit. Ada yang dari Bandung sendiri, Yogya, Bogor, Cirebon, Cianjur dan Malang. Setelah semua berkumpul, perjalananpun dimulai. Menyingkir sejenak dari hiruk pikuk kota dan kesibukan sehari-hari. Menyepi, tinggal di atas rumah pohon, dengan tanpa listrik dan tanpa sinyal telepon seluler pastinya.  Menyatu dengan alam, mendengarkan kicauan burung dan suara hewan sambil menghirup udara segar pegunungan.

Lokasi BTN kali ini terletak sekitar 31 km di sebelah barat daya Bandung. Gunung Masigit merupakan salah satu daerah di Jawa yang masih memiliki hutan hujan pegunungan yang masih baik dan luas. Kawasan hutan Gunung Masigit dan Kareumbi ditetapkan sebagai Taman Buru tahun 1976 dengan luas 12.420,70 Ha terletak di 3 kabupaten yaitu Kab. Bandung, Kab.  Sumedang dan Kab. Garut. Secara geografis kawasan TB. Gunung Masigit-Kareumbi terletak antara 6°51′31” – 7°00′12” LS dan 107°50′30″” – 108°1′30” BT.  Topografi umumnya berbukit dan bergunung dan terdapat sumber air yang merupakan hulu dari beberapa sungai seperti Sungai Cimanggu dan Sungai Citarik.


Kawasan ini termasuk hutan pegunungan yang terbagi dalam dua kelompok yaituHutan Alam dan Hutan Tanaman. Hutan alam diperkirakan ± 60% bagian yang didominasi oleh jenis Rasamala (Altingia excelsa), Saninten (Castanea argentea), Pasang (Quercus sp.), Puspa (Schima walichii), peutag (Eugenia clavymyrtus), kuray (Trema amboinensis) dan jenis liana, epifit serta tumbuhan bawah. Sedangkan hutan tanaman meliputi ± 40% bagian yang didominasi oleh jenis pinus (Pinus merkusii), Bambu (Bambusa sp) dan Kuren (Acasia decurens).
Potensi ekowisata atau wisata yang berwawasan lingkungan, dikembangkan dalam 3 hal yaitu: konservasi, pemberdayaan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran. Beberapa kegiatan ekowisata yang dapat dilakukan antara lain: Hiking, Mountain Biking, Bumi Perkemahan, Home Stay, Rumah Pohon, Bersampan, Body board/ tubing, dst. Selain Ekowisata juga diadakan program adopsi / wali pohon serta penangkaran Rusa.


Dalam perjalanan menuju lokasi Rumah Pohon, semilir angin pegunungan terasa sejuk saat kendaraan kami mulai bergerak mendaki jalan menuju arah Gunung Masigit. Sekitar satu setengah jam meninggalkan hiruk pikuk dan macetnya Bandung menuju arah Cicalengka, sungguh menyenangkan rasanya menghirup udara segar serta menikmati teduhnya pepohonan rindang di sisi jalan.
Beberapa jenis pohon tampak berukuran cukup besar, tanah yang lembab dan suasana yang agak gelap karena cahaya matahari hanya dapat menerobos di sela-sela lebatnya dedaunan segera menyambut kami. Meski sinyal tidak lagi ada saat memasuki kawasan, namun hal ini tidak mengurangi suasana riang yang dirasakan. Riang karena rindu ingin menikmati nyanyian alam, gemerisik dedaunan, pepohonan, serta suara burung dan satwa liar bersahutan di kedalaman hutan yang asri.
Segarnya, menikmati suasana bebas polusi dan bebas kebisingan yang biasa ditemui di keseharian kita. Tinggal di rumah pohon dikelilingi oleh pinus yang tinggi menjulang. Di tengah-tengah terdapat tempat yang cukup luas untuk berkumpul dengan lubang tempat api unggun. Kegiatan memasak dilakukan di rumah panggung yang agak menjorok ke tepi hutan. Sedangkan untuk mandi-cuci-kakus juga disediakan kamar mandi di belakang rumah pohon agak masuk ke dalam hutan. Meski fasilitasnya cukup sederhana, namun merasakan kesegaran mandi dengan air pegunungan sungguh memberi nuansa tak terkira.
Duduk berkumpul santai sambil berkenalan, bercerita dan bertukar pengalaman antara peserta BTN dengan pengelola TB Masigit di malam hari sambil menikmati alam merupakan salah satu dengan alternative refreshing yang cukup menyenangkan dan penawar kangen akan kebersamaan kita dengan alam.


Keesokan harinya, minggu jam5 pagi, kami telah bersiap sebelum matahari beranjak tinggi untuk melakukan pengamatan burung. Kemudian dilanjutkan dengan menuju lokasi penangkaran rusa.  Aktivitas adventure kecil-kecilan ini sangat menarik dan cukup menyenangkan seperti traking dan meniti jembatan bambu ataupun melihat perilaku satwa liar dialam secara lebih dekat (dengan binokuler maksudnya). Satu lagi hal yang tidak terlupakan kita langsung menyelamatkan hutan dengan ikut serta sebagai relawan untuk memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di dalam kawasan. Cukup padat aktivitas kami sampai tak terasa matahari sudah diatas kepala. Kami kembali ke rumah pohon untuk berkemas meninggalkan Masigit, mungkin hanya pengalaman yang akan terkenang dan siapa tau ada sumur di ladang bolehlah menumpang mandi, apabila ada umur panjang mungkin bisa kembali lagi.
Sesampainya di UNPAD Bandung semua peserta kembali ke tempat asalnya masing-masing dan saya pun berangkat bersama 5 kawan yang kearah kota Bandung. Mereka ada yang menginap  semalam karena penerbangannya baru besok pagi, ataupun naik kereta dengan tujuan yang berbeda. Saya kembali sendiri dengan kereta malam dari St. Kota Bandung jam7 menuju ke Kota pahlawan Surabaya. Sampai di Gubeng jam7 pagi hari Senin 25 oktober 2015.

TRIP &TRAVELING (part1)

ke Bogor & Bandung 

Pada tahun 2015 lalu... selepas saya kuliah di ITS Surabaya, kembalilah ke aktivitas dulu yaitu bekerja di Kebun Raya Purwodadi dengan kegiatan rutin seperti dulu, pastilah akan menimbulkan kebosanan. Namun bagaimanapun ini adalah pekerjaan yang saya pilih. Jadi pintar-pintar kita dalam mengatur kegiatan dan refreshing agar pekerjaan dan kegiatan menjadi menyenangkan.
Ternyata sistem pekerjaan saat ini telah banyak yang berganti dengan prosedur, aturan, sistem dan manajerial yang berbeda, lebih baru dan lebih tertata. Namun dasarnya memang senang aktivitas diluar ruangan maka rasanya semakin banyak saja pekerjaan yang dikerjakan karena tuntutan lebih banyak admintrastif yang tentunya dikerjakan di dalam kantor.
Untuk membikin kerja tetap bersemangat, dan masih bisa ikutan aktivitas diluar ruangan (outdoor / adventure) maka saat PROFAUNA mengadakan kegiatan BTN ke Bandung, tidak pikir panjang langsung mendaftar. Permasalahan menjadi muncul, karena lokasinya yang jauh di Bandung, tidak bisa jika datang pada saat akhir pekan tersebut. Kemudian saat ini sudah bekerja bagaimana mengatur waktunya? Ini kan bukan urusan dinas / tugas lembaga. Terus terang tidak mungkin, tetapi ijin pun tidaklah mungkin pula. Salah satu jalan adalah dengan mencari kegiatan yang dapat seiring dengan aktivitas pekerjaan, seperti ikutan seminar atau pelatihan.
Searching-searching di internet, dan akhirnya ketemuan yang benar-benar pas... yaitu INAFOR (internatonal conference of Indonesia Forestry Researcher) cocok banget dengan saya yang peneliti tumbuhan... meskipun bukan peneliti kehutanan tapi agak nyambunglah dan pentingnya lagi di Bogor bisa nginep dan makan gratis di guest house Kebun Raya Bogor.
Akhirnya mulailah mengatur perjalanan untuk bekerja sambil sekalian refreshing. Karena semuanya dilakukan atas keinginan sendiri, maka biayanya pun mandiri. Trip ini seperti traveling keliling Jawa ges... dengan model backpaker maka lebih tepat jika kita nikmat perjalanan ini dengan kereta, lebih murah dan lebih asyik.
Benar-benar keliling, berangkat dari KRPurwodadi ke Surabaya, naik Kereta St. Pasar Turi jalur utara lewat Semarang sampai Jakarta Pasar Senen, sambung kereta komuter ke Bogor, kemudian naik Bus ke Bandung. Dari Bandung kembali ke Surabaya naik kereta jalur utara lewat Yogyakarta sampai Surabaya Gubeng, liat aja di google earth... keliling JAWA....

Pada hari Selasa 20 Oktober 2015 berangkat dari kantor (Kebun Raya Purwodadi) dengan Kendaraan sepeda motor, berbekal Surat Tugas mengikuti Seminar INAFOR di IPB Bogor, maka rabu s/d jumat tidak perlu masuk kantor. Sampai di Surabaya naik kereta di St. Pasar Turi sampai Jakarta St. Pasar Senen Rabu jam 4 pagi, tunggu kereta Komuter Line Jurusan ke Bogor baru berangkat jam 6 sampai di St. Bogor jam 9, langsung menuju guest house Kebun Raya Bogor untuk mandi & ganti pakaian trus ke Botani Square tempat INAFOR diselenggarakan.


3rd INAFOR 2015  ACCEPTANCE NOTIFICATION-PAPER-POSTER
On behalf of Research, Development and Innovation Agency for Forestry and Environment (FORDA), Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia, it is my pleasure to inform you that your full paper/poster has been accepted for presentation at the International Conference of Indonesia Forestry Researchers III – 2015 (3rd INAFOR 2015) on “Forestry research to support sustainable timber production and self-sufficiency in food, energy, and water”. The conference will be held in IPB International Convention Centre, Bogor, Indonesia, on 21-22 October 2015.
Acceptance notification for both paper and poster presenters can be downloaded through this link: 3rd INAFOR 2015 acceptance notification-paper-poster.
Please find more information in announcement leaflet and make sure to follow the new important dates and deadlines.
PLEASE NOTE An electronic ticket will be sent to each author to be printed and to be shown at the registration desk at the event. If you haven’t received your e-ticket until 15 October 2015, please notify us immediately.

Acara INAFOR dua hari, jadi otomatis selama seharian ada di IPB-ICC dan malamnya sudah jelas menginap di KRBogor. Jumat pagi pamitan dengan penjaga geshos KRBogor untuk pulang, bukan ke Surabaya namun sebenarnya meneruskan perjalanan ke Bandung. Jam6 pagi naik Bus dari Baranangsiang Bogor ke Leuwipanjang Bandung sampai di terminal pas jam 11.30 dan ini hari Jumat maka tidak wajib langsung menuju Universitas Padjajaran Jatinangor dulu, karena kegiatan BTN baru Sabtu & Minggunya. BTN ke Masigit dengan lokasi kumpul BTN di UNPAD Jatinangor.


Jadi wajibnya Jum’atan, maka mencari masjid disekitar terminal untuk sholat jum’at, meskipun datang rasanya paling awal, maklum waktu sholat di Jawa Barat selisih lebih lambat dari pada di Jawa Timur. Setelah jumatan selesai baru menunggu bus kota jurusan jatinagor, naik jam1 siang dan sampai di UNPAD jam3 sore akhirnya.


Bersambung....

Kamis, 10 Maret 2016

Hari Primata 2016

Satu lagi #AksiKamiUntukAlam (AKUA) berupa Peringatan Hari Primata Indonesia 2016. 

Bayangkan, ratusan masyarakat Indonesia baik individu maupun komunitas terlibat secara aktif dalam gerakan bersama untuk mempromosikan perlindungan primata di Indonesia. Tidak kurang dari 60 event berlangsung di 30 kota yang tersebar di 15 provinsi di seluruh Indonesia selama bulan Januari 2016. Hebatnya lagi, seluruh event yang digelar tersebut, baik dalam bentuk edukasi maupun kampanye publik, dilakukan secara sukarela dan swadaya, sama sekali tidak didanai oleh PROFAUNA.


Kegiatan kampenye publik kali ini merupakan aksi ke-8 yang dilakukan suporter PROFAUNA Surabaya sejak terbentuk pada tahun 2012. Peringatan Hari Primata tahun 2016 ini serentak diadakan di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang dan Bandung. Selain itu kegiatan ini merupakan kampanye damai untuk mengajak masyarakat menghentikan perburuan liar. Sebab dengan upaya menghentikan perburuan liar, dapat memutus rantai perdagangan satwa liar, sehingga pemusnahan / kerusakan di habitatnya dapat dicegah pula, sehingga satwa liar dan habitatnya (alam) akan tetap lestari.

Sejak diinisiasi pada tahun 2014 oleh Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA), Hari Primata Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif, dapat dilihat dari semakin banyaknya event yang terlaksana dan juga komunitas atau organisasi yang berpartisipasi.
Hal ini juga dirasakan oleh rekan-rekan suporter di Surabaya yang waktu pertama kali memperingati Hari Primata tahun 2014 hanya sedikit (5 orang) saat ini bertambah banyak (15 orang).


Terima kasih untuk semua individu dan organisasi yang telah berpartisipasi dalam Hari Primata Indonesia 2016. Semoga hal-hal kecil yang dilakukan oleh ribuan orang menjadi harapan besar bagi perlindungan primata di Indonesia. 

Pengen tau lebih banyak kunjungi funpage PROFAUNA 
 

atau cek infonya di:


Pengikut